Pages

Kamis, 17 Juli 2014

Carlsberg Futsal Tournament 2014 : 6 Kota Penyelenggara.


September - Oktober 2014 akan digelar Carlsberg Futsal Tournament 2014. Dimana dipagelaran keduanya Carslberg Futsal Tournament kali ini akan digelar di 6 kota besar Indonesia. Berikut ini kota penyelenggara dan tanggal penyelenggaraan. :


1. Makasar, 7 September 2014 ( Terbatas 32 klub peserta )
2. Lombok, 14 September 2014 ( Terbatas 32 klub peserta )
3. Bali, 21 September 2014 ( Terbatas 32 klub peserta )
4. Surabaya, 28 September 2014 ( Terbatas 32 klub peserta )
5. Pekanbaru, 5 Oktober 2014 ( Terbatas 32 klub peserta )
6. Jakarta, 9,10,11,12 Oktober 2014 ( Terbatas 128 klub peserta)


Regulasi Carlsberg Futsal Tournament 2014 :

1. 32 tim peserta ( kecuali Jakarta 128 tim peserta).
2. 1 tim maksimal 12 orang pemain dan 3 orang official.
3. Pemain berusia 21 tahun-30 tahun. Dibuktikan dengan KTP/SIM/Identitas lain.
4. Sistim Gugur.
5. Waktu pertandingan 2 x 15 menit (kotor), time out dan cidera waktu mati.
6. Jika imbang waktu normal, langsung diadakan 3 orang penendang adu pinalty.
7. Akumulasi Kartu Kuning, hukuman 1 pertandingan. Akumulasi kartu merah ( 2kali kartu kuning),      hukuman 2 pertandingan. Kartu merah langsung, hukuman 3 kali pertandingan.
8. Hadiah (kecuali Jakarta) :
- Juara : Trophy + Uang tunai 4 juta
- Runner Up : Trophy + Uang tunai 3 juta
- Peringkat 3 bersama masing-masing mendapatkan : Trophy + 1 juta.
- Best Player : 500 ribu.
- Top Skor : 500 ribu.

9. Hadiah Jakarta
- Juara : Trophy + Uang tunai 20 juta
- Runner Up : Trophy + Uang tunai 10 juta
- Peringkat 3 bersama masing-masing mendapatkan : Trophy + 5 juta
- Best Player : 1 juta.
- Top Skor : 1 juta

Info & Pendaftaran : Doni Zola 0853 75801926




Sabtu, 24 Mei 2014

( Pelatih ) Pemimpin itu seharusnya...



Bukan karena lagi musim Pilpres gw bikin tulisan tentang pemimpin. Tapi beberapa bulan terakhir gw melihat banyak hal yang terjadi dengan orang-orang yang gw anggap atau seharusnya mampu menjadi pemimpin yang baik.

Kalau mendengar kata pemimpin, maka yang terbesit adalah seseorang yang mengatur orang lain atau banyak orang kedalam sebuah tujuan yang baik. Like a boss? Akan ada beberapa perbedaan saat kita bilang pemimpin itu adalah seorang bos.

Berikut ini beberapa sifat yang sebaiknya (ingat bukan seharusnya, karena gw ga mau memaksakan opini gw) ada dalam seorang pemimpin (dalam hal ini seorang pelatih).

1. Be Humble, Not Bossy.

Pemimpin sebaiknya tidak memposisikan dirinya sebagai seorang Bos yang bertindak semena-mena kepada orang yang dipimpin. Disekitar gw model beginian banyak terlihat, karena merasa memiliki uang banyak atau berjasa pada karir seseorang akhirnya memberikan pilihan / perintah yang tidak menguntungkan untuk orang yang mereka pimpin.

Gw punya beberapa pemain yang "jalan hidup" mereka berubah kearah yang lebih baik saat bekerjasama dengan gw. Tapi pada suatu hari mereka punya kesempatan untuk berkembang yang menurut mereka kearah yang lebih baik.

Jujur, kalau mau menggunakan ego, sebagai orang "yang berjasa" tentunya gw punya kemampuan untuk menekan mereka untuk bersikap loyal kepada gw. Tapi disini poin utama kita sebagai seorang pemimpin. Untuk apa kita menekan orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai.

Karena jika pemain tersebut tidak bahagia bermain untuk kita, mereka tidak akan bermain dengan kemampuan terbaik. 

Dan gw selalu percaya bahwa bermain dengan bahagia adalah kunci sukses kita dalam menjalani apa yang kita pilih.

Memaksakan kehendak memang sebuah pilihan, tapi pilihan yang tidak menyenangkan semua pihak.


2. Be Strong, Not Bully.

Gw sering melihat beberapa pelatih yang membully pemainnya, biasanya mereka "menghukum" pemainnya diluar batas kewajaran. Kalau gw merasa hukuman saat berlatih itu masih normal, kata-kata kasar dan keras saat berlatih itu adalah sebuah tekanan yang diberikan agar pemain tidak jadi "pemain cemen" saat dilapangan yang penuh tekanan.

Tapi terkadang pelatih lupa bahwa pemain juga punya kehidupan lain, pemain punya "self defense" saat (dipermalukan) diluar lapangan. Pelatih bertanggung jawab pada tingkat kedisiplinan pemain tapi tidak bisa mengekang mereka.

Melepaskan tanggung jawab sepenuhnya juga tidak bisa dibilang benar. Kita bisa memberikan contoh atau sebab akibat bila pemain tidak disiplin dalam hidup.

Prestasi dan kemampuan pemain adalah tanggung jawab kita sebagai pelatih, tapi jalan hidup pemain tetap mereka yang memilih

Jangan menjadi besar dengan mengecilkan peran orang lain, tapi jadilah besar dengan membesarkan mereka yang dianggap kecil oleh orang lain. 

3. Be Inspire , Not Arrogant 

Banyak kok yang bangga dengan posisi mereka sebagai pemimpin / pelatih. Hal itu wajar karena saat lo ditunjuk sebagai pemimpin / seorang pelatih maka sesungguhnya lo punya kemampuan untuk menginspirasi orang lain.

Menjadi pemimpin bukanlah sebuah jabatan, tapi sebuah tanggung jawab. Mereka yang layak disebut pemimpin tidak arogan kepada mereka yang dipimpin. Sebaliknya malah mengisnpirasi dengan memberikan contoh kelakuan atau cara berfikir yang baik, sehingga dapat memotivasi orang lain untuk bertindak serupa.

LEADERSHIP IS NOT A POSITION, IT IS ACTION AND EXAMPLE

4. Have Humour Without Folly

Saat dilapangan gw sering melihat karakter pelatih yang sangat serius, itu sih sah sah aja. Tapi konsep kita melakukan sesuatu adalah karena kita bahagia.

Bukan Sukses Lalu Kita Bahagia, Tapi Saat Kita Bahagia Maka Kita Akan Sukses

 Kalo kita sukses bikin orang lain bahagia menikmati semua proses "memimpin dan dipimpin" maka semua tujuan akan mudah digapai. Jangan terlalu tegang dan terlalu keras pada semua waktu. Seni sebuah kepemimpinan adalah menjadikan mereka yang kita pimpin senang melakukan dan tujuan kita sebagai pemimpin tercapai.

Kita tidak akan bisa meraih hasil maksimal saat kita tidak bisa membuat orang lain yang kita pimpin bahagia

Sebetulnya masih banyak yang lain lagi, cuma saat ini mungkin ini yang ada dipikiran gw yang lumayan cetek ini.

Have a nice weekend .


Senin, 07 April 2014

Teman Datang & Pergi, Tapi Sahabat Selalu Dihati


Wahyu Permana a.k.a Uway...


Gw kenal dia lebih dari separuh hidup gw.
Kita besar dilingkungan yang sama dengan beda usia hanya 4 bulan gw lebih tua dari dia.
Kita hidup dideakt Kuburan Karet Bivak Jakarta Pusat.
Kenal lebih dekat saat dia menjadi anak murid nyokap gw yang juga merupakan guru dia disekolah dasar.
Kita sama-sama bela Kecamatan Tanah Abang saat itu yang juara tingkat kecamatan se Jakarta Pusat. Sampai akhirnya kita mewakili DKI Jaya disebuah event sepakbola kelompok umur tahun 90an.
Dari situ kita semakin kenal baik, yang kebetulan rumah pun ga jauh.

Beranjak dewasa kita pun mulai menekuni futsal, bedanya dia harus selesai karirnya karena cidera parah. Sedangkan gw fokus sama kepelatihan.

Pe..elo yang nemenin gw pertama kali naik pesawat terbang ke Padang.
Pe..elo agen terbaik gw dalam "menjual" nama gw sebagai pelatih asal Jakarta sampai akhirya Pak Yasman (Manajer Sumbar) percaya kemampuan gw.
Pe..elo yg urus semua tanggung jawab gw di Jakarta saat gw lagi diluarkota.
Elo yang jagain Bokap Nyokap gw..
Elo yang gantiin peran kakak ke Iqbal saat gw ga ada..
Elo yg ngurus motor dan mobil gw kalo bermasalah..
Elo yang berantem kalo gw punya masalah sama org lain...
Elo org pertama yg denger gw ngomong "GW MAU PUNYA ANAK AJA", beberapa bulan kemudian Alloh ngirim Qeiz buat gw. Sekarang Axelle anak lo juga anak gw peee... :(
Elo ga tergantikan pe....
Sebuah pukulan telak buat gw saat lo udah ga ada lagi :(

Elo pas nikah duluan pe, sekarang lo pergi ninggalin gw juga..
Kita gila bareng kemana aja, kita bego bareng, sukses bareng, ketawa dan nangis bareng peeee....

Gw ikhlas pe..
Biar lo bahagia disurga pe...
Makasih gabakal cukup buat ngebales semua kebaikan lo ke gw pe...
Dan lo ga bakal bisa digantikan dengan siapa pun.

Selamat jalan pe...