Pages

Jumat, 10 Januari 2014

Heavy New Year 2014

Kenapa ga Happy New Year ?
Kenapa HEAVY NEW YEAR ??


Karena diawal tahun beberapa tanggung jawab berat menanti gw. Dimulai dengan Coaching Clinic Futsal di kota Bandung. 23-25 Januari ini. Gw menjadi salahsatu pembicara di kota yang sebetulnya punya banyak pelatih berpotensi hebat. Tapi sayangnya kebanyakan dari mereka memiliki masalah pribadi satu sama lain, padahal kalo mereka yang berbicara di acara coaching clinic tersebut akan sangat baik mengingat mereka pasti lebih paham kultur budaya disana.

Well darah gw sih ada sundanya, Bokap lahir di Bandung. Saudara gw juga cukup banyak disana, temen gw segudang, ga kalah sama factory outlet yang bertebaran disana. Gw bahagia bisa ngasi sesuatu untuk Coaching Clinic di kota Bandung nanti. Beban pasti ada, tapi gw percaya kalo kita menjalankan sesuatu dengan bahagia, maka kemampuan kita akan keluar dengan sendirinya. Gw mau kemampuan gw yg ga seberapa ini bermanfaat untuk para pelatih yang ikut coaching clinic disana.

1 hari berselang gw udah harus ikutin sebuah acara yang merupakan batu loncatan selanjutnya : COURSE LEVEL ONE AFC. Gw harus ambil lisensi ini kalo gw mau wujudin cita-cita gw ngelatih futsal diluar negeri.

Setiap orang pasti punya Resolusi tiap awal tahun, gw juga punya, tapi lebih suka nyimpen jadi kejutan. Yang pasti tahun 2014 adalah tahun dimana gw akan pergi merantau kembali. Karena dengan merantau gw dapat banyak pelajaran dan ilmu serta keluarga baru.

Gw ga sabar ngejalanin hidup baru gw yang semakin berat, tapi gw percaya kalo gw dikasih tanggung jawab yang berat berarti gw cukup spesial untuk menerima kepercayaan itu semua.

Senin, 16 Desember 2013

NO FOCUSS, NO GLORY...(JENUH)

Kita semua pasti punya makanan favorit. Bisa pizza, nasi goreng, sushi atau mungkin burger. Setiap kita ditawari makanan tersebut kemungkinan kecil kita menolaknya. Tapi gimana kalo ternyata makanan favorit kita adalah satu-satunya makanan yang harus kita makan setiap hari.

JENUH, TIDAK ADA PILIHAN, HARUS MENYELESAIKAN APA YG UDAH GW MULAI..

Itu adalah keseharian gw sekarang, gw cinta futsal yang udah menjadi bagian hidup gw. Tapi sejujurnya gw ga istirahat dari futsal ( dengan pressure tinggi) sejak 2 bulan lalu. Yup PRESSURE TINGGI, keharusan berprestasi membuat otak dan hati gw sering ga sinkron.

NFL :
My Futsal, MFA, Sampit FC merupakan klub futsal yang gw bina. My Futsal & MFA merupakan tim idealis gw, mereka dibentuk atas dasar latihan rutin. Sampit FC adalah sarana gw mengembangka futsal didaerah yang kebetulan SDM pemainnya belum mumpuni bermain dilevel nasional, sehingga untuk mendatangkan prestasi harus pakai pemain-pemain pilihan gw asal Jakarta.

Hasilnya? Ketiga tim memang lolos babak 6 dan 8 Besar Nasional. Tapi My Futsal dan MFA hanya sampai semifinal, sedangkan Sampit FC kalah adu pinalty di partai final.

KIT FUTSALISMO :
Gw gagal mengulanng sukses tahun lalu bersama Devina FC yg jadi juara. Faktor cidera dan kejenuhan pemain bisa gw rasakan puncaknya disini. Semifinal Babak Nasional kalah dari Raissa FC yg jadi juara merupakan prestasi maksimal My Futsal di KIT Futsalismo.

PRA LIGA U-21 DKI :
Prestasi hadir disini, My Futsal juara di "tempat mereka". Gw menyebut tempat mereka karena rata2 usia mereka emang 21 tahun. Gw sering gagal bersama My Futsal karena pemain gw "kurang tua" bahasa lain dari kurang pengalaman. Kalo di kelompok U-21 mereka salah satu yang terbaik.

Yang gw gasuka dari 2 bulan terakhir bukan kegagalan di NFL atau KIT Futsalismo. Tapi ketidakmampuan gw untuk menjaga fokus gw kepada 1 tim. Bukan ingin mengambil semua, tapi gw liat banyak harapan ada di pundak dan kepala gw. Pelajaran yang gw dapat (lagi). Tanpa fokus kita ga bisa dapetin semuanya.

Apalagi pemain juga lelah bertarung di Lifuma, Eki dan Agung ( Tax), Obama dan Kahfi (UIN) yang akhirnya jadi juara Lifuma divisi utama dan satu. Juga anak2 STIE BP yg 80 % adalah pemain My Futsal juga Cio (Perbanas) yang dapat peringkat 3 dan Peringkat 4 Lifuma.

Tapi hidup gw bukan bicara gagal dan berhenti, hidup gw adalah menang atau belajar...
Ga selamanya gw menang, ada saatnya gw belajar.

Dan sekarang gw sedang ada di Lombok untuk mengikuti Turnamen PIALA GUBERNUR NTB bareng My Futsal gw ngelatih sekaligus main hehehhee...ga serius juga mainnya, karena udah ga bisa main :). Mudah2an ada prestasi yang baik walau tanpa beberapa pemain seperti Obama, Bule dan Iksan gw berharap bisa ngasih pilihan buat Futsal NTB bagaimana cara bermain futsal yang menyenangkan untuk dilihat.

Cheers :)

foto : bolalob, google

Selasa, 29 Oktober 2013

Instan Boleh Aja, Asalkan…..



Baru-baru ini gw mendapatkan pengalaman baru melatih sebuah kota kecil di Kalimantan bernama Sampit. Bergulirnya liga NFL memang membuat mata para penggila bola di daerah terbuka dan mulai beralih ke dunia futsal.

Beberapa bulan lalu gw bertemu dengan sekelompok manajer yang merupakan PNS dari daerah Sampit, Kalimantan Tengah. Sampit beruntung memiliki seorang Bupati mantan pemain bola, yang tentunya gila bola. Kegagalan tim sepakbola kota Sampit, Persesam di Divisi 2 membuat kekecewaan Bupati harus diobati dengan olahraga turunan sepakbola yaitu Futsal.

Jujur saja, gw datang ke Sampit beberapa minggu yang lalu dengan harapan bisa membawa banyak bakat futsal yang ada didaerah sana untuk dibawa ke Jakarta. Namun apa mau dikata, pengetahuan mereka mengenai futsal sangat minim. Dalam hal ini gw ga bisa nyalahin mereka, sosialisasi futsal di Indonesia sangat minim.


Di Sampit tidak ada pelatih futsal murni, mereka tidak pernah mengecap latihan futsal secara serius. Walhasil 3 hari seleksi dan latihan hanya bisa gw ambil 4 org pemain dengan usia dibawah 23 tahun.

Kenapa gw ambil 4 org? kenapa harus dibawah 23 tahun?

Pertimbangan gw, bila mendapatkan pengalaman di Jakarta, ke 4 org tersebut bisa jadi contoh cara bermain futsal yang baik, ingat yaaah main futsal yang baik…karena gw ga ngerasa apa yg gw berikan adalah yang paling benar.

Usia harus dibawah 23 tahun karena usia segitu masih panjang "produktifitas"nya, dan rata2 belum menikah sehingga tidak sulit meninggalkan kota kelahiran menuju Jakarta.

Sejujurnya gw merasa berdosa hanya bisa membawa 4 org. Namun waktu yang diberikan oleh gw tidaklah selama seperti di Sumbar. Waktu di Sumbar gw dapet waktu 3 bulan untuk menjuarai event di Jakarta. Sedangkan di Sampit gw hanya dapat 3 hari untuk seleksi dan melatih.

Target juara yg dikasih Bapak Bupati pun terkesan mewah mengingat kualitas pemain lokal yang sangat kurang. Namun ada sedikit dilema saat gw yang terbiasa menciptakan pemain, harus berhadapan dengan ambisi juara. Solusi yang terbaik saat itu adalah ambil pemain jadi (instan). Itu pun gw masih minta 4-5 kali latihan sebelum turnamen NFL Seri B, Grup D. 4 pemain lokal diberikan latihan di Jakarta supaya cepat beradaptasi, FYI ga ada lapangan standar internasional di Sampit jelas menyulitkan gw untuk melatih mereka.

Tapi ada permintaan khusus gw kepada Bapak Bupati, gw minta kalo target juara tercapai, dibangun lapangan standar internasional di kota Sampit. Lalu dibuatkan Coaching Clinic untuk para pelatih di kota Sampit serta  Liga Futsal Sampit untuk wadah berkembangnya bakat2 futsal disana.

Secara bayaran, Sampit FC memang mampu mendatangkan pemain-pemain tarkam papan atas Jakarta. Tapi yang gw mau itu semua hanya diawal, itu semua dilakukan agar prestasi bisa dtg terlebih dahulu, sehingga animo masyarakat disana akan lebih menggila lagi

Jadi, PRESTASI INSTAN BOLEH AJA, ASALKAN TIDAK MELUPAKAN PEMBINAAN PEMAIN LOKAL DAN PERKEMBANGAN FUTSAL DI KOTA TERSEBUT.

Mudah-mudahan Sampit FC bisa berprestasi di NFL Seri B dan akan dilanjutkan dengan dibangunnya GOR Futsal standar internasional di Sampit seterusnya akan dilaksanakan coaching clinic futsal untuk pelatih dan LIGA FUTSAL SAMPIT 2014. Semoga semua dapat berjalan dengan baik, sehingga saat gw tinggalkan nanti, Sampit FC sudah memiliki SDM lokal yang baik.