Pages

Minggu, 24 Februari 2013

Runner Up Still Something - My Futsal International Tournament 2013


My Futsal International Tournament 2013 adalah kejuaraan futsal yang gw tunggu-tunggu selama 1 tahun. Dimulai dari Maret 2012 dimana gw dikontrak oleh klub My Futsal untuk menggantikan Coach Hendra Nazir, ditargetkan untuk membawa My Futsal masuk 4 besar diturnamen.

Tidak sulit seandainya melihat track record gw yang cukup sering membawa sebuah tim kebabak final atau juara. Tapi tantangan yang paling spesial yang gw dapat di My Futsal adalah membangun sebuah tim dari sekumpulan pemain muda usia utk menghadapi sebuah turnamen tingkat umum yang sangat bergengsi. Sebelum MIFT 2013, banyak kejuaraan yang tim gw ikuti, dari LA LIGHTS U-21, Indonesia Futsal Open 2012, Djarum Jogja Futsal, Jamsostek Cup, hingga Liga Futsal Amatir Nasional. Semuanya tidak berujung gelar juara.

Kesulitan melatih pemain-pemain usia muda terletak pada sisi mental mereka yang masih labil, bila bertemu lawan-lawan yang jauh lebih hebat mereka cenderung bermain sangat baik karena memiliki motivasi lebih. Namun saat melawan sebuah tim yang secara diatas kertas mudah ditaklukan mereka seringkali terpleset gagal memenangkan pertandingan.

Di MIFT 2013 kali ini My Futsal tergabung di grup A bersama Cosmo FC, Bank Sumsel dan BJL Semarang. Sebuah grup yang sangat keras mengingat Cosmo dan Bank Sumsel diisi oleh separuh pemain yang pernah mencicipi kasta tertinggi futsal Indonesia IFL bahkan beberapa diantara merupakan legenda hidup futsal Indonesia.

Sebut saja Deni Handoyo dan Ade Lesmana di kubu Cosmo, serta Angga Surya Saputra, dan Kharismawan serta Tely Salendra dikubu Bank Sumsel. BJL Semarang sendiri merupakan kumpulan pemain-pemain terbaik yang ada di Jateng dan Jogja. My Futsal ?? My Futsal masih atau lebih tepatnya hanya mampu mendatangkan topskor Liga Futsal Amatir Nasional, Reza "Jaul" Akbar 2 minggu menjelang turnamen dimulai. Selebihnya hanya pemain muda yang berusia sekitar 18-22 tahun.

Partai pembuka di grup melawan Cosmo FC berkesudahan 1-0 untuk My Futsal, pertandingan sulit bagi Cosmo karena harus bermain jam 8 pagi, mereka belum siap dan kami dapat memanfaatkannya dengan baik lewat gol tungal Jaul.

Pertandingan kedua sangat penting,mengingat jikamkami menang kami akan lolos sebagai juara grup. Pertandingan yang ketat melawan Bank Sumsel yang dilatih Bang Ricardo Ponalya. Gol Jardel kesudut gawang Tely membuat My Futsal melangkah kebabak perempatfinal sebagai juara grup A.
Pertandingan ketiga melawan BJL Semarang para pemain jauh lebih rileks, hasilnya mereka bisa menang 4-1 dan bermain cukup baik.

Dibabak perempatfinal gw ketemu teman gw Wilander yang melatih WKFC, sejujurnya gw ga suka melawan Wilander karena dia merupakan pelatih yang tenang dan memiliki knowledge tactical futsal yang bagus. beruntung WKFC harus bermain hingga adupinalty sebelum bertemu gw, sehingga kondisi fisik mereka sudah terkuras dibabak sebelumnya. Alhasil My Futsla menang mudah 7-1 karena para pemain WKFC sangat kelelahan.

Lolos kesemifinal merupakan target utama My Futsal dan gw berhasil mencapai target tersebut. Tapiiiii…. gw ga mau berhenti hinga semifinal aja. Dibabak ini My Futsal bertemu dengan salahsatu peserta IFL, Brilyan Sport Makasar yang dihuni beberapa pemain asal Thailand. Partai semifinal kali ini merupakan salahsatu pertandingan paling gila yang pernah gw jalani.

Unggul cepat 2-0 diawal babak pertama membuat pasukan muda gw agak tinggi hati, Brilyan yang memiliki power dan shooting2 keras berhasil membalikkan keadfaan menjadi 3-2, kartu merah Oman sangat berpengaruh menurunkan moral pemain-pemain gw saat itu. Neruntung 2 gol cepat merubah skor menjadi 4-3, tapi Brilyan mampu menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

EXTRA TIME !!! FIUH

Dibabak ekstra time gw harus kehilangan pemain terbaik gw IKSAN yang merupakan penjaga gawang utama My Futsal saat ini. Adil Husein kiper cadangan masuk menggantikan salasatu pemain dan kami bermain 4 org selama 2 menit dari menit. Beruntung pertahanan yang baik membuat gawang Adil tidak kebobolan dimasa extra time.
Ajaibnya dalam 1 menit terakhir My Futsal bisa mencetak 4 gol. Dimulai dengan lemparan Adil yang akurat kepada Eqi yang membuat kiper Brilyan asal Thailand harus keluar dari sarangnya bola 50:50 dimenangkan oleh Eqi dan mengoyak jala gawang Brilyan, skor 5-4 !!!. 3 gol berikutnya dikarenakan powerplay Brilyan yang terkesan dadakan tanpa persiapan, sehingga My Futsal memastikan lolos pertamakalinya ke babak FINAL !!!.

NOTE :"STRATEGY POWERPLAY YANG DILATIH KEMUNGKINAN BERHASILNYA HANYA 50 %, DAN YANG TIDAK DILATIH KEMUNGKINAN GAGALNYA 99 %"

FINAL…

Sebuah perjuangan berat udah gw pikirkan akan terjadi dibabak final melawan Cosmo FC. Tanpa Iksan dan hanya punya 1 org kiper disebuah partai final sungguh riskan. Namun gw percaya bahwa kita ga bole nyerah dengan keadaan selama kita masih mampu memperbaikinya dengan perjuangan.

Yup pemain muda gw berjuang ga kenal nyerah, tertinggal 2-0, 3-1 serta 4-2 pemain gw masih ga mau nyerah, mereka menyamakan kedudukan menjadi 4-4 melalui strategy powerplay yang cukup baik dengan 2 gol berhasil dan 1 kali gagal.

Kembali harus menjalankan babak ekstra time pemain My Futsal harus menerima kenyataan bahwa saat ini yang menang adalah pengalaman, Cosmo juara setela Amril Daulay mencetak gol penentu dibabak ekstratime.

Ada pelajaran yang bisa gw tarik di turnamen ini :


  1. Jangan pernah nyerah sama keadaan, karena bila kita punya semangat dan kemauan, maka semua bisa kita lewati bareng2.
  2. Jadikan tim futsal kita bukan sebagai perusahaan yang menggaji pemain, tapi jadikan sebagai keluarga yang saling support dan membantu sehingga tercipta chemistry yang baik saat bertanding.
  3. Semua melalui proses, latihan, latihan dan latihan, pemain muda My Futsal aja bisa masuk final, semua karena proses latihan yang baik.
  4. Runner Up Still Something, jika kita tidak memiliki pemain bintang, maka ciptakanlah peman bintang tersebut :).
Terima kasih buat semua pemain yang udah ngasi kemampuan terbaiknya selama turnamen ini. Saatnya kita mulai lembaran kembali, mulai dari 0-0 lagi :).

Kamis, 14 Februari 2013

TAKE ME OR LEAVE ME...


Hola..

Maaf baru bisa update blog lagi :)

Beberapa hari terakhir ini gw belajar ...

"Belajar jadi org yang menyenangkan bagi orang lain yang membutuhkan kesenangan"

Gw beruntung punya "gift" sebagai salah satu orang yg menyenangkan saat diajak ngobrol bareng, makan bareng, becanda bareng bahkan sampe tidur bareng…

Tapi yah..
Hidup ini ga selalu menyenangkan
Hidup ini ga selalu bisa bikin lo ketawa
Hidup ini ga akan pernah selalu bikin lo tersenyum…

Hidup ini juga punya yang namanya mengecewakan
Hidup ini juga bisa bikin lo nangis
Dan tentunya hidup juga bisa bikin lo sedih, kecewa dan akhirnya marah…

Justru disitu serunya hidup..

Kalo elo belum bisa terima kenyataan kalo rasa kesal itu ada, seharusnya lo ga berhak bahagia.
Gw adalah salah satu orang yang tersebut..
Gw ga bisa selalu menyenangkan..
Terkadang gw bisa aja berubah jadi org yang membuat elo sedih, kesal dan marah
Gw punya keterbatasan…
"Tapi alangkah menyenangkan bila elo bisa bahagia sama gw saat gw menyenangkan, gw harap elo bisa mengerti saat gw mengecewakan elo semua"
Life is simple : TAKE ME, OR LEAVE ME..

Have a nice day (without me) for you :') 


Minggu, 13 Januari 2013

"Saya (masih) orang yang beruntung" - Jamsostek Futsal International Tournamen 2013

Gw ga tau udah berapa banyak keberuntungan menghampiri gw, tapi yang pasti dikejuaraan Jamsostek Futsal International Tournament 2013 kemarin gw bener-bener dimanja sama dewi fortuna.

Gw sebenernya megang tim My Futsal diturnamen ini, namun berhubung Devina FC masuk dimenit akhir pendaftaran peserta, gw diminta sama bos Devina FC untk bantuin sebagai penasehat teknis. Kursi kepelatihan diberikan kepada Bang Syamsul dan adik gw Iqbal yang masih cidera dan belum bisa bermain.

My Futsal mengawali kompetisi JIFT 2013 dengan hasil buruk, seri melawan Norma FC dan kalah sama Cairo FC. Tapi dipertandingan ketiga menghadapi juara IFL, IPC Pelindo para pemain muda My Futsal yang rata-rata kelahiran tahun 1991,1992,1993 dan 1994 ngasih kejutan yang luar biasa dan menurut gw ga terbayangkan sebelumnya. My Futsal menang 5-1 atas juara IFL dua musim berturut-turut  tersebut.

Gw ga munafik yah, 5 menit pertama jelas tim IPC Pelindo agak sedikit meremehkan hal itu bisa dibuktikan dengan 3 gol mudah dalam 5 menit pertama. Setelah tertinggal 3 gol, bisa dibilang IPC Pelindo baru sadar kalo My Futsal cukup berbahaya kalo didiemin. Gol balasan IPC Pelindo akhirnya menutup babak pertama menjadi 3-1 utk My Futsal.

Kalo pelatih waras yang megang tim muda lawan tim bertabur bintang dan sedang unggul 3-1 dibabak pertama, maka pelatih waras itu akan DEFEND abis-abisan dibabak kedua.
Tapi sayangnya gw ga waras, gw sarap, gw tetep menekan IPC Pelindo. Karena gw fikir kalo pemain-pemain IPC Pelindo bisa menguasai bola dengan nyaman, maka mereka akan mudah mengontrol jalannya pertandingan yg berujung gol demi gol utk mereka.

Gw sangat mengandalkan kecepatan dan fighting spirit pemain-pemain gw. Alhasil dibabak kedua My Futsal berhasil menambah 2 gol dan IPC Pelindo ga menghasilkan apa-apa, My Futsal menang 5-1 atas IPC Pelindo dan itu jadi kejutan terbesar yang ada di Jamsostek Tournament kemarin.

Tapi kemenangan atas IPC Pelindo dan kemenangan atas Antam FC besoknya ga nolong My Futsal lolos keperempatfinal, karena pertandingan lain sepertinya Norma FC dan Cairo FC sepakat untuk lolos bersama.

Pelajaran buat gw : Kita ga boleh gantungin nasib ke org lain, apalagi org lain itu bukan type org yg mau nolong nasib org lain yg ada ditangan mereka.
Kembali ke Devina FC....

Devina lolos ke perempatfinal setelah menang atas Enrico FC, Tebet 32 lalu kalah sama Raissa FC di penyisihan. Pertandingan terakhir lawan Brilyan gw harus menang atau seri utk lolos ke perempatfinal. Sempat kalah 0-2 gw bersyukur pemain-pemain Devina bisa balikin keadaan dengan menang 4-3. Beruntungnya gw...

Di perempatfinal klub IFL, Jaya Kencana udah menunggu. Sun dan Dian pemain Devina FC putra asli Jakarta Utara bener-bener luarbiasa. Gw sangat senang bisa kerja sama dengan mereka. Semifinal lawan Cairo pemain-pemain gw masih sangat oke, Devina FC masuk ke final, dan itu udah lebih dari cukup buat gw karena hampir ga ada persiapan saat megang Devina FC.

Final : (gw cape nulisnya, mendingan gw ambil dari tweet bolalob aja yah :D)










NAH MULES KAN BACANYA :))

Jujur yah, Raissa FC bermain jauh lebih baik ketimbang Devina FC dipartai final Jamsostek Futsal International Tournament. Hal itu wajar karena materi pemain Raissa semuanya pernah main di IFL, bahkan 10 org pemainnya pernah dan beberapa masih menghuni timnas futsal Indonesia.
Sedangkan Devina FC cuma tim kampung, pemain tarkam yang punya fighting spirit tinggi.

Pertandingan final kemarin adalah salahsatu final terbesar yang pernah gw mainkan, entah bagaimana caranya gw bisa beruntung seperti ini. Gw cuma taunya bekerja keras aja dulu, karena biasanya keberuntungan dekat dengan mereka yang lebih bekerja keras.


Juara bukan tujuan akhir, ini cuma perjalanan karir kepelatihan gw di futsal. Gw banyak dapet pelajaran besar di turnamen besar ini.
Bagi gw tetep tim My Futsal yang utama karena mereka dibentuk dari latihan, mereka belum berprestasi karena masih sangat muda untuk turnamen seperti iniDevina? Devina FC udah kayak keluarga, rejeki gw juga cutup bagus disana, di Devina FC gw ga membentuk, hanya memoles pemain-pemain kampung yang punya potensi

Thx for support and read my blog :)